Undang Ratusan eks Jurnalis, Mentan Amran Bicara Kemandirian Ekonomi

Mentan Amran berikan tips sukses dan mandiri secara ekonomi kepada ratusan eks jurnalis. Salah satunya adalah menanggalkan gengsi.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan semangat kemandirian ekonomi kepada eks jurnalis (istimewa)

Jakarta – Ratusan eks jurnalis berkumpul di rumah pribadi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (27/11). Berdiri di tengah meja panjang di aula rumahnya, ia membuka kegiatan dengan pertanyaan menarik, “siapa di sini yang sudah pernah menjabat sebagai manajer atau direktur?” tanyanya. Beberapa orang mengangkat tangan.

“Teman-teman ini kan hebat ya. Sering bertanya tapi tidak pernah ditanya,” lanjut Menteri Amran mencairkan suasana. “Tapi percayalah, untuk bisa sukses itu kita harus menanggalkan gengsi. Saya bisa berbicara seperti ini karena saya mengalami sendiri. Saya bukan orang yang dari lahir sudah cukup secara materi.” tambahnya.

Menteri Amran memang khusus mengundang eks jurnalis yang sebelumnya telah mengikuti program Bimbingan Teknis Ternak Ayam Petelur yang digelar Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Kabupaten Bogor, pada 20-21 November 2025.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan pengetahuan teknis tentang beternak ayam petelur, sekaligus wawasan tentang konsep pengembangan SDM peternakan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Selanjutnya, para peserta diberi paket 10 ekor ayam petelur usia 16 minggu beserta kandangnya, lengkap dengan pakan sebanyak 90 kg dan vitamin.

Pertemuan kali ini merupakan bagian terintegrasi dari program pemberdayaan eks jurnalis untuk mendukung semangat ketahanan pangan nasional dan kemandirian ekonomi.

Baca juga: Kampung Reforma Agraria Desa Duyu Bantu Ekonomi Petani dan Warga Sekitar

Pembinaan Intensif dan Janji Dana Bantuan 20 Miliar Rupiah

Dalam pertemuan dengan eks jurnalis, Menteri Amran menunjukkan keseriusannya terhadap program ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi. Ia juga percaya bahwa para peserta akan cepat beradaptasi karena memiliki latar belakang akademis dan pengalaman yang memadai.

Meski begitu, Kementerian Pertanian tetap akan melakukan pemantauan dan seleksi. Seleksi pertama berjalan hingga maksimal bulan Maret 2026 untuk melihat keseriusan para peserta menjadi peternak ayam petelur. Jika lulus seleksi, para peserta akan diminta untuk membentuk kelompok beranggotakan maksimal 10 orang, dan dijanjikan bantuan tambahan berupa 600 ekor ayam petelur.

Selanjutnya, akan ada pemantauan selama kurang lebih 6 bulan untuk melihat kesiapan para peserta kelompok menerima bantuan kredit usaha rakyat untuk pengembangan usaha.

“Bapak-bapak tentukan sekarang gagal atau suksesnya. Untuk ayam, lanjutkan. Jika berhasil bertelur, akan saya tambah. Saya tidak janji muluk-muluk, tapi begitu berhasil 6 bulan akan dapat KUR 500juta rupiah,” ucap Menteri Amran diikuti tepuk tangan para peserta.

Baca juga: Sertipikat Tanah Ulayat Hadir di Sumba, Pastikan Warisan Adat Tetap Terjaga

Memanfaatkan momen tersebut, Iyung, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kota Depok memaparkan upaya mereka dalam membangun ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi. Bersama lembaga pemberdayaan masyarakat lokal, IJTI kota Depok memanfaatkan lahan tidur seluas kurang lebih 2 hektar untuk menanam sayur, cabai serta mengelola peternakan ayam. Tak lupa ia memamerkan bantuan ayam petelur dari Menteri Amran yang diletakkan berjajar di bawah kolong jembatan. Melihat itu, Menteri Amran spontan meminta jajarannya untuk mengurus pemberian bantuan traktor.

“Masih manual kan pengerjaannya? Nanti saya kasih traktor ya,” ucap Menteri Amran disambut riuh tepuk tangan peserta.

Keseriusan Mentan Amran dalam kegiatan pemberdayaan ini, terlihat dari hadirnya sejumlah pimpinan Kementerian Pertanian dari beberapa direktorat jenderal, khususnya yang membawahi bidang-bidang spesifik seperti Peternakan dan Kesehatan Hewan, Prasarana dan Sarana Pertanian, serta Lahan dan Irigasi. (Ed/EL)