Eliminasi HIV dan Ketahanan Keluarga di Depok: YMPAI Gagas Akademi Tokoh Pembangunan Kesehatan

Para pembicara berpose bersama

DEPOK — Upaya mencapai target global eliminasi HIV yakni Ending AIDS 2030 di Kota Depok membutuhkan terobosan di tingkat hulu yang berfokus pada penguatan fungsi keluarga dan pelibatan tokoh masyarakat. 

Hal tersebut menjadi kesimpulan utama dalam Public Policy Dialogue bertajuk “Membangun Kemitraan Pentahelix melalui Kepemimpinan Tokoh untuk Mempercepat Eliminasi HIV dan Memperkuat Ketahanan Keluarga di Kota Depok” yang digelar oleh Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI) bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) di Aula Gedung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Forum kolaboratif ini didukung langsung oleh Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, serta dihadiri oleh perwakilan DPRD, akademisi, organisasi keagamaan, komunitas, media, dan sektor swasta.

BACA JUGA: Undang Ratusan eks Jurnalis, Mentan Amran Bicara Kemandirian Ekonomi

Dukungan DPRD dan Pemkot Depok untuk Kebijakan Berbasis Kebutuhan

Dalam forum tersebut, Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal penguatan regulasi kesehatan dan ketahanan keluarga di Depok, termasuk memanfaatkan Perda Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sistem Kesehatan Daerah dan Perda Nomor 6 Tahun 2024 tentang Peningkatan Ketahanan Keluarga.

“Ruang dialog seperti ini penting agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ade Supriyatna dalam forum tersebut pada Selasa (18/8/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bapperida Kota Depok Dadang Wihana menyampaikan pentingnya pendekatan Pentahelix untuk merespons persoalan sosial yang makin kompleks di kota metropolitan berpenduduk 2,14 juta jiwa tersebut.

Intervensi Hulu: Keluarga dan Modal Sosial Tokoh Masyarakat

Pemerintah Kota Depok terus berkomitmen mengejar target 95-95-95 menuju Ending AIDS 2030. Namun, Direktur YMPAI Julie Rostina menekankan bahwa upaya penanggulangan tidak boleh berfokus di hilir atau sekadar pengobatan klinis semata.

“Kalau kita hanya bergerak di hilir, kita akan terus mengejar kasus. Karena itu, kita perlu memperkuat intervensi di hulu, terutama keluarga dan lingkungan sosial tempat anak tumbuh,” tegas Julie Rostina pada Selasa (18/8/2026).

YMPAI menilai tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan trusted leaders yang efektif menekan stigma serta menyampaikan literasi kesehatan reproduksi secara empatik. Keberhasilan program penguatan kapasitas tokoh ini dibuktikan oleh testimoni Sunan Hidayat, seorang tokoh agama di Depok.

“Sekarang saya tidak canggung lagi untuk berbicara mengenai HIV, terutama tentang pencegahannya, bersama komunitas yang saya dampingi,” ungkap Sunan Hidayat.

Dukungan akademis juga dipaparkan oleh akademisi FKM UI, Dr. Milla Herdayati, yang mendorong perguruan tinggi bertransformasi dari knowledge producer menjadi knowledge partner melalui penyediaan bukti ilmiah dan pendampingan program berbasis data.

Terobosan Platform: Akademi Tokoh Pembangunan Kesehatan dan Keluarga

Sebagai bentuk keberlanjutan intervensi, YMPAI menginisiasi peluncuran Akademi Tokoh Pembangunan Kesehatan dan Keluarga Kota Depok. Platform pembelajaran berkelanjutan ini dilengkapi dengan media edukasi berbasis Game-Based Learning guna memudahkan para tokoh mengedukasi masyarakat secara fleksibel dan menyenangkan. Program ini juga didukung oleh pembiayaan CSR dari Widyawan & Partners.

“Saya berharap platform ini bisa meluas, bukan hanya terkonsentrasi di satu kecamatan sebagai piloting. Perlahan, pada bulan-bulan mendatang, kami berharap dapat diperluas ke seluruh Kota Depok dengan dukungan Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB,” pukas Julie Rostina.

Melalui pendekatan dari dialog menuju aksi nyata (From Dialogue to Action), forum ini memetakan peran seluruh elemen Pentahelix guna memastikan pencegahan HIV di Kota Depok terbangun secara terpadu dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.