Gunung Sinabung Erupsi, BPBD Karo Siapkan Evakuasi Warga di Dua Desa

Sinabung Kembali Erupsi, Kolom Abu Membubung hingga 3.500 Meter. Foto ANTARA

SUMUT — Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi dan menyemburkan material vulkanik pada awal pekan ini. Menanggapi ancaman potensi bahaya yang meningkat, Pemerintah Kabupaten Karo bergerak cepat menyiapkan skema evakuasi bagi penduduk di dua desa yang berada di area rawan.

Langkah darurat ini mengacu pada rekomendasi teknis demi meminimalkan risiko bahaya bagi keselamatan warga.

BACA JUGA: Pastikan Negara Hadir, Menteri Nusron Gratiskan Sertipikat Tanah bagi Korban Bencana di Sumatera

Dialog dengan Warga Desa Payung dan Kuta Tengah

Wilayah permukiman yang menjadi fokus utama evakuasi adalah Desa Payung di Kecamatan Payung serta Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat. BPBD Karo bersama pihak terkait saat ini turun langsung ke lapangan untuk berkoordinasi dengan warga setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Karo, Juspri M Nadaek, menegaskan bahwa penetapan lokasi evakuasi didasari atas rekomendasi pihak berwenang.

“Jadi kondisinya begini, kita rencanakan memang ada dua desa kita evakuasi, sesuai dengan rekomendasi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Karo, Juspri M Nadaek, pada Selasa (01/09/2026).

Juspri menyampaikan bahwa proses pemindahan warga masih berada dalam tahap komunikasi intensif agar pelaksanaan evakuasi dapat berjalan kondusif.

“Namun sekarang kita masih berdialog dengan masyarakat ini yang akan kita evakuasi,” lanjut Juspri.

Semburan Abu Erupsi Capai 3,5 Kilometer Ke Arah Berastagi

Rangkaian erupsi Gunung Sinabung sejatinya telah bermula sejak Senin, 31/08/2026, sekitar pukul 10.17 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu tebal yang membumbung tinggi hingga 3.500 meter dari atas puncak.

Arah angin membawa sebaran abu vulkanik menuju kawasan Kecamatan Berastagi. Warga diimbau untuk selalu mengenakan masker guna melindungi saluran pernapasan, serta mematuhi batas zona aman yang telah ditentukan oleh pihak berwenang.