Kolaborasi University of Melbourne, Kampus IPB, dan UGM: Cetak Pemimpin Masa Depan Sektor Pertanian Berkelanjutan

Ki-ka Prof. Frank Vetere (UnMelb), Prof. Dr. Eni Harmayani (UGM), Prof. Moira O’Bryan (University of Melbourne), Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik (IPB University), dan Associate Prof. Dorin Gupta (UnMelb)

JAKARTA — Langkah strategis dalam menguatkan sektor agribisnis dan ketahanan pangan kawasan resmi disepakati pada Kamis, 20 Agustus 2026. University of Melbourne menjalin kemitraan pendidikan transnasional (Transnational Education/TNE) dengan dua perguruan tinggi atau kampus terkemuka di Indonesia, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB University) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pengumuman kerja sama ini disampaikan langsung di Jakarta oleh Pro Vice-Chancellor (Global) University of Melbourne, Professor Frank Vetere. Kolaborasi ini dirancang untuk membekali mahasiswa Indonesia dengan keahlian riset dan kepemimpinan global di bidang pertanian berkelanjutan.

BACA JUGA: Studi Menyebutkan 99% Anak Muda Indonesia Menginginkan Pengalaman Kerja Nyata

Skema Studi Dual Kampus: Indonesia dan Australia

Program TNE pertama bagi Faculty of Science University of Melbourne di Indonesia ini mengusung model perkuliahan lintas negara:

  • Tahun Pertama: Mahasiswa menempuh pendidikan dasar dan penguatan riset di kampus asal di Indonesia (IPB atau UGM).
  • Tahun Kedua: Mahasiswa melanjutkan studi di University of Melbourne, Australia, untuk memperdalam perspektif global dan ilmu lintas disiplin.

Dean of Science University of Melbourne, Professor Moira O’Bryan, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan respons atas tantangan serupa yang dihadapi kedua negara tetangga dalam membangun sistem pangan yang tangguh.

“Kemitraan ini menyatukan kekuatan kami dalam pendidikan dan riset pertanian untuk menciptakan dampak nyata, sekaligus membekali para lulusan agar dapat berperan dalam membentuk masa depan sektor pertanian di kawasan kita,” ujar Professor O’Bryan.

Komitmen Kampus IPB dan UGM dalam Inovasi Pertanian Tropis

Pihak IPB University dan Universitas Gadjah Mada menyambut baik kerja sama ini sebagai pendorong daya saing akademis dan keahlian praktis para mahasiswa di kancah internasional. Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Professor Irfan Syauqi Beik, menjelaskan bahwa integrasi riset pertanian tropis IPB dengan keunggulan analitis University of Melbourne akan membuka peluang baru bagi lulusan Indonesia.

“Kemitraan ini memungkinkan kami memperluas dampak rekam jejak pertanian tropis IPB ke tingkat global, sekaligus membekali mahasiswa dengan kemampuan menjawab tantangan ketahanan pangan,” ungkap Professor Irfan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Professor Eni Harmayani, menyoroti pentingnya kolaborasi internasional untuk menghadapi kompleksitas industri agri-food.

“Kemitraan dengan University of Melbourne memberikan kesempatan bagi mahasiswa kami untuk memperoleh pendidikan berstandar global, pengalaman lintas budaya, serta kolaborasi riset yang memperkuat kapasitas mereka sebagai pemimpin masa depan,” tutur Professor Eni.

Head of the School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences University of Melbourne, Professor Giovani Turchini, menambahkan bahwa jejaring alumni yang kuat di Indonesia akan semakin solid dengan lahirnya lulusan-lulusan baru dari program kolaborasi ini.